Gerbang Logika
Halo teman teman yang membaca blog ini terimakasih karena sudah mau membaca blog ini. Kali ini saya akan membahas mengenai apa itu Gerbang Logika.
A. Apa Itu Gerbang Logika?
Gerbang Logika adalah blok bangunan dasar rangkaian elektronika digital yang mengolah satuatau lebih input biner (0 dan 1) menjadi satu output berdasarkan aturan aljabar Boolean pada. Berakar dari teori George Boole pada 1854, gerbang logika berkembang dari pengguanaan relai, tabung hampa, transitor, Hingga IC (Integrated Circuit).
B. Jenis-Jenis Gerbang Logika
Gerbang Logika memiliki banyak jenis seperti, AND, OR, NOT, NAND, NOR, XOR, dan XNOR semuanya memiliki fungsi yang berbeda beda
C. Fungsi Dari Setiap Jenis Gerbang Logika
- Gerbang AND : Gerbang AND ini memerlukan dua atau lebih input untuk
menghasilkan satu output. Jika semua atau salah satu inputnya merupakan bilangan biner 0, maka outputnya akan menjadi 0. Sedangkan jika semua input adalah bilangan biner 1, maka outputnya akan menjadi 1. - Gerbang OR : Gerbang OR ini akan menghasilkan output 1 jika semua atau salah satu input merupakan bilangan biner 1. Sedangkan output akan menghasilkan 0 jika semua inputnya adalah bilangan biner 0.
- Gerbang NOT: Gerbang NOT ini berfungsi sebagai pembalik keadaan. Jika input bernilai 1 maka outputnya akan bernilai 0 dan begitu juga sebaliknya
- Gerbang NAND : Gerbang NAND ini adalah gabungan dari gerbang AND dan gerbang NOT. Karena itu output yang dihasilkan dari gerbang NAND ini adalah kebalikan dari gerbang AND
- Gerbang NOR : Gerbang NOR ini adalah gabungan dari gerbang OR dan gerbang NOT. Sehingga output yang dihasilkan dari gerbang NOR ini adalah kebalikan dari gerbang OR.
- Gerbang XOR : Gerbang XOR ini memerlukan dua input untuk menghasilkan satu output. Jika input berbeda (misalkan: input A=1, input B=0) maka output yang dihasilkan adalah bilangan biner 1. Sedangkan jika input adalah sama maka akan menghasilkan output dengan bilangan biner 0.
- Gerbang XNOR : Gerbang XNOR ini memerlukan dua input untuk menghasilkan satu output. Jika input berbeda (misalkan: input A=1, input B=0) maka output yang dihasilkan adalah bilangan biner 0. Sedangkan jika input adalah sama maka akan menghasilkan output dengan bilangan biner






