Kamis, 26 Februari 2026

Merawat Kangkung, Merawat Bumi: Sebuah Refleksi Iman Katolik

Merawat Kangkung, Merawat Bumi: Sebuah Refleksi Iman Katolik


1. Pendahuluan:
Kami memilih kangkung karena kangkung adalah makanan yang sehat dan kangkung adalah jenis tanaman yang di sediakan, menurut saya juga kangkung adalah jenis sayur yang jika diolah akan lezat sekali. Saya harap saya bis amenikmati hasil dari usaha saya dalam mengupayakan perumbuhan kangkung ini. Proyek ini saya lakukan sebagai pembelajaran dalam mencintai semua ciptaan Tuhan dari yang besar hingga yang kecil seperti kangkung.

2. Proses Menanam

Saya sangat senang saat menyiapkan pot, tanah, dan benih karena akhirnya saya bisa menanam kangkung sendiri. Tanahnya itu cukup subur dan cocok untuk tanaman saya. Campuran tanah yang saya pakai adalah tanah lembang, pupuk kompos, dan sekam bakar. Saya baru tahu bahwa benih kangkung itu kecil kecil. Saya menanam benih nya secara merata ke tanah dan saya tutup lagi dengan tanah, lalu saya siram dengan eco enzyme. Benih yang kecil ini menyimpan harapan dari hati saya.



Setiap hari saya mengamati dan menyiram tanaman, ada kalanya tanaman saya subur dan mati. Saya tetap sabar pada saat tanaman saya mati karena saya yakin yang mati bisa dibangkitkan lagi, sama seperti benih yang mati dapat di gantikan dengan benih yang baru dan bangkit lagi. Tunas pertama muncul pada hari ke-6. Saya sangat bahagia pada saat tunas pertama muncul, harapan dari hati saya pun bertambah. Kesabaran saya di uji dalam pertumbuhan kangkung ini.


Terkadang saya memberikan pupuk supaya tanaman saya dapat tumbuh dengan baik. Tidak hanya memberi pupuk saya juga memastikan bahwa tanaman saya cukup terhidrasi dengan air, saya juga memberi tempat yang cukup strategis agar tanaman saya mendapat sinar dari matahari. Hari berganti hari tanaman saya pun mulai tumbuh lebih besar lagi. Jika saya sudah menanam saya harus berkomitmen untuk menjaga tanaman tersebut dan memelihara tanaman tersebut hingga dia bisa tumbuh dengan baik



3. Tantangan dan Hambatan Yang Dialami
Tanaman saya rusak dan mati karena ada anak anak yang mulai mencabuti tanaman saya sehingga tanaman saya banyak yang mati. Kejadiannya itu pada saat hari hari terakhir sebelum saya ingin memanen hasil penanaman saya. Saya kecewa karena pada awalnya saya sangat berharap tanaman saya dapat tumbuh dengan bai, ternyata hal itu tidak terjadi. Setelah saya berpikir lagi saya pun mulai mengerti bahwa yang merusak tanaman saya adalah anak kecil yang belum tahu banyak tentang hidup. Saya pun mulai memperbaiki tanaman yang masih bisa di selamatkan, saya memindahkan pot saya ke tempat yang lebih aman. Saya belajar dari kejadian ini bahwa dari setiap proses pasti ada kegagalan yang membangkitkan kembali harapan yang telah sirna.

4. Pelajaran Hidup yang Diambil
Kesabaran adalah fondasi fundamental, setiap pertumbuhan memiliki waktunya sendiri, ada yang cepat ada yang lambat. Menanam adalah komitmen untuk menjaga tanaman agar tanaman tersebut bisa tumbuh dengan baik. Pantang menyerah juga adalah bagian dari pertumbuhan seperti tanaman saya yang tetap bangkit walaupun sebagian dari dirinya telah mati. Di kehidupan ini kita diajarkan untuk saling melengkapi seperti saya yang diajarkan untuk merawat tanaman, dan tanaman yang merasakan perawatan dari saya.

5. Refleksi Iman Katolik
Allah telah menganugerahkan benih, tanah, cuaca yang mendukung, dan tempat untuk saya merawat tanaman saya ini, sehingga kangkung ini adalah anugerah Allah yang dipercayakannya kepada saya seperti yang tertulis pada kitab kejadian 1:12. Tanamn saya tidak tahu bahwa dirinya telah bertumbuh, sama seperti kita yang tidak tahu bahwa kita telah berkembang karena usaha dan kuasa Allah. Saya di panggil untuk menjadi penjaga anugerah yang Allah berikan kepada saya, saya harus menjaga anugerah itu agar dapat menjadi berkat bagi sesama.

6. Penutup dan Doa Syukur
Dari proses penanaman kangkung ini saya tidak hanya belajar untuk menanam satu pot kangkung, tapi juga saya diajarkan untuk tetap sabar, menghargai usaha dari proses tersebut, mengampuni orang yang merusak harapan saya, dan saya belajar untuk menemukan Tuhan di dalam kehidupan saya dalam hal hal kecil seperti tanaman ini. Sekarang saya melihat beberapa produk segar di pasar dengan cara yang berbeda dari saya yang sebelumnya, sekarang saya lebih menghargai hasil usaha petani yang sudah memanen tanaman tanaman tersebut sehingga saya bisa menikmatinya.

"Tuhan yang maha pengasih ,
terima kasih atas benih yang kau anugerahkan kepadaku.
Terima kasih atas sinar matahari, tanah, dan air.
Terima kasih karena sudah mengajariku cara untuk sabar.
Terima kasih karena telah menguatkanku pada saat tanamanku rusak.
Terima kasih karena kau telah mengajarkanku untuk terus mengampuni dan bangkit lagi.
Jadikanlah aku sebagai penjaga setia dari anugerah yang kauberikan kepada hambamu.
Amin."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Gerbang Logika

Gerbang Logika Halo teman teman yang membaca blog ini terimakasih karena sudah mau membaca blog ini. Kali ini saya akan membahas mengenai ap...